Pemberitaan Dugaan Perselingkuhan Oknum ASN di Jember Dilaporkan Polisi, Ada Upaya Kriminalisasi Wartawan

Lukman SH kuasa hukum M.Tahrir  {baju kuning kotak kotak} didampingi Subur Ketua "AWAS" dan kedua saksi warga saat terjadi penggrebekan dugaan Perselingkuhan ASN Pendidik 

JEMBER,Time Satu.com – Laporan terhadap ImamTahrir salah satu wartawan Publish ke Polres Jember yang memberitakan penggrebekan dugaan perselingkuhan oknum ASN Pendidik (Guru) berinisial SI dengan SK oleh warga di dusun Muneng desa Mayangan, terkesan “Laporan Mengada Ngada”

Demikian disampaikannya Lukman.SH selaku kuasa hukum Imam Tahrir sebagi terlapor  didampingi Subur Ketua AWAS (Aliansi Wartawan Selatan) serta beberapa Saksi dari Warga, ketika melakukan Konferensi Pers di kedai J 82 yang terletak di kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Sabtu (01/6/ 2024) Siang.

Lukman pun mengatakan, wartawan atau Jurnalis tidak bisa melaporkan secara pidana, karena berdasarkan UU Pers no 40 tahun 1999 pasal 5 ayat 1 di sana jelas bahwa Pers atau Jurnalis berwenang memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tidak bersalah.

Peristiwa penggrebekan SI dan SK yang bukan suami istri yang berada tempat kejadian oleh warga desa, ini benar-benar bukan Hoax terjadi, buktinya adanya video saat penggrebekan, selanjutnya, pengakuan dari Kasun bahwa memang malam itu ada dugaan penggrebekan perselingkuhan SI dan SK, bahkan Dia ada di sana (tempat penggrebekan),” ujar Lukman. 

Berdasarkan pengakuan Kasun tersebut Lukman, penggrebekan itu bukan hoax, berikutnya, penandatanganan SI di sangsi oleh pihak pemerintah Desa mayangan berupa material batu putih sebanyak 4 rit kepada SI, adalah bukti yang menguatkan kalau peristiwa penggrebekan dugaan perselingkuhan itu benar-benar terjadi.

Dan di ayat 2 dan 3 pasal 5 tersebut juga menyebutkan, bahwa Pers wajib melayani Hak Jawab dan wajib melayani Hak Tolak artinya seandainya ada oknum atau orang yang merasa dirugikan secara pemberitaan seharusnya, orang tersebut melakukan atau meminta hak jawab atas pemberitaan tersebut.

“Bukan malah melaporkan secara pidana, jadi laporan terhadap Klien saya ini terkesan mengada ngada dan saya menyebut ada upaya upaya pembukaman terhadap Jurnalis, karena itu saya akan mengawali dan mendampingi klien saya,” katanya.

Fahmi selaku rekan Imam Tahrir sesama wartawan Publis mengatakan terkait berita yang tayang kemudian diberitakan, menilai pemberitaan tentang dugaan perselingkuhan SI dan SK sudah sesuai dan Cover Both Side (Berimbang).

Sebab Tahrir sudah ada upaya untuk melakukan konfirmasi tak terduga kepada pelaku perselingkuhan di tempat kerja pelaku. Namun pihak Kepala Sekolah tidak mengizinkan Tahrir menemui pelaku yang tidak terduga.

“Sebenarnya, menyangkut masalah pers, idealnya tidak langsung kemudian ke pihak yang berwajib, karena perjuangan pers itu di Dewan Pers, dan media juga punya Hak Jawab yang bisa digunakan oleh narasumber. Publis kooperatif untuk menayangkan Hak Jawab apabila narasumber setuju dengan pemberitaan karena itu kewajiban media sebagaimana yang telah diatur dalam UU Pers,” terang Fahmi.

Terkait dugaan pelaku perselingkuhan berinisial SI yang menilai ada penggiringan opini perselingkuhan, itu hak pembaca untuk menilai berita. Tugas wartawan hanya menulis berita sesuai fakta dan hasil liputan bukan opini.

“Oleh karena itu, saya sebagai wartawan mengutuk keras upaya-upaya kriminalisasi terhadap jurnalis yang menjalankan kerja-kerja jurnalistik sebab meskipun bagaimana pun, media merupakan pilar demokrasi. Publik perlu mencontohkan bagaimana pejabat sekelas Erick Thohir yang menggunakan Hak Jawabnya ketika disetujui dengan pemberitaan Bocor Alus Tempo.” Jelasnya.

Sementara itu Subur ketua Aliansi Wartawan Selatan (AWAS) akan terus mengawal dan mendampingi Anggotanya yaitu Imam Tahrir yang dilaporkan karena memberitakan peristiwa penggrebekan tersebut.

“Karena ini peristiwa penggrebekan dugaan perselingkuhan yang dilakukan SI yang nota bene nya adalah ASN itu benar-benar terjadi (fakta) dan kemudian kepada dinas terkait saya berharap turun tangan agar kegaduhan yang terjadi cepat selesai,” Tandasnya. 




Post a Comment

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال